Bupati Pangandaran Minta Kesiapsiagaan Tidak Hanya Teknik

Posted by Admin Web | 2022-11-24 11:56:24 | 101 kali dibaca

Image

by Admin Web 2022-11-24 11:56:24 Berita Daerah

Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, menjadi pembina upacara dalam Apel kesiapsiagaan bencana Hidrometeorologi, bertempat di Lapang Grand Pangandaran, pada Rabu pagi (23/11/2022).

 

Sebagai wilayah dengan indeks bencana sedang, Bupati Pangandaran ingin masyarakat siap siaga bencana melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), merupakan wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara Kewaspadaan Dini Masyarakat umum terhadap gangguan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat, hal ini dilatarbelakangi pada tahun 2006 terjadi tsunami Pangandaran dan beberapa tahun belakang banjir menggenang Kabupaten paling muda di Jawa Barat itu.

"Pangandaran ini punya sejarah ke belakang, 2006 kita mengalami suatu peristiwa tsunami, beberapa tahun kebelakang kita juga mengalami banjir yang luar biasa besar, longsor dan lain sebagainya." Ingat Bupati Pangandaran.

 

Beliau juga mengatakan, jika bencana adalah sesuatu yang terjadi tiba-tiba, oleh karena itu kesiapsiagaan merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi, guna mencapai respon cepat jika terjadi bencana di Pangandaran.

"Bencana sesuatu yang terjadi tiba-tiba, dan tentu saya kira dengan kesiapsiagaan bencana tadi, pelatihan dan lain sebagainya menjadi hal yang penting sehingga kita cepet respon menanggapi bencana yang ada, kalau terjadi bencana di Kabupaten Pangandaran."

 

Mengetahui FKDM baru ada di 20 desa, Bupati Pangandaran tersebut meminta agar segera membentuk di banyak desa lain, terlebih mengingat banyak desa di Kabupaten Pangandaran yang berada di kawasan Pantai dan sungai, juga agar nantinya tidak hanya mengandalkan BPBD, TNI maupun Polri, dan masyarakat semakin siap dalam menghadapi bencana.

"Segerakan bentuk terutama di daerah-daerah yang kira-kira lawan bencana, di dataran tinggi dan sebagainya. Kalau hari ini 20, saya berharap, nanti di pertengahan tahun 2023 minimal sudah naik dua kali lipat, pembentukan FKDM tiap desa. Karena dengan itulah kita siap ketika menghadapi bencana." Jelasnya.

 

H. Jeje Wiradinata pun berpesan, agar kesiapsiagaan tidak hanya sebatas teknik, namun juga perlu diterangkan jika bencana pun bisa datang karena kelalaian manusia, maka dari itu perlu untuk mengingatkan perlunya menjaga alam.

"Selalu saya ingin, kesiapsiagaan bencana ini tidak hanya teknik bagaimana memitigasi, bagaimana menolong korban, bagaimana kita tanggap, tapi tentu juga disosialisasikan mengenai bahwa tidak semata-mata Tuhan, Allah. memberi bencana tanpa manusia itu sendiri. alamnya dijaga dan lestari.

 

Hal ini beliau jelaskan lebih lanjut, salah satu upaya untuk menjaga alam adalah dengan bangunan di wilayah sempadan sungai harus sesuai dengan ketentuan guna mengurangi kemungkinan bencana.

"Kalau hari ini saya sosialisasi sempadan sungai tidak boleh ada bangunan dan sebagainya, kalau ada bangunan, bangunan yang sudah diatur berdasarkan ketentuan yang di sinkronkan dengan penataan kawasan, itu semata-mata juga bagian dari konsep dalam rangka menangkal bencana."

 

Menutup sambutan dalam Apel, Bupati Pangandaran berharap dan berdoa agar Pangandaran terhindar dari bencana, dan selain menyiapkan masyarakat yang siap siaga, beliau kembali menegaskan untuk menjaga lingkungan.

"Satu berdoa ke yang atas, kedua bagaimana kita menjaga lingkungan dengan baik, ketiga sebagai kesiapsiagaan maka tentu menyiapkan diri kita dalam rangka siap siaga bencana di Kabupaten Pangandaran." Tutupnya. (Tim Publikasi)